Menurut Freda Morris, dalam bukunya "Broadcast Journalism Techniques", berita adalah sesuatu yang baru, penting yang dapat memberikan dampak dalam kehidupan manusia. Sementara, J.B Wahyudi melengkapinya, yaitu laporan tentang peristiwa/pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi khalayak, masih baru & di publikasikan secara luas melalui media massa periodik.
Berita televisi adalah laporan tentang fakta peristiwa/pendapat dalam tulisan/narasi, audiovisual, gambar, foto, peta, grafis, baik di rekam/live yang aktual, menarik, bermanfaat, & di publikasikan melalui media massa periodik, seperti majalah, radio, & televisi.
B. Unsur Berita (5W + 1H)
a. What (Apa)
What berarti apa yang terjadi/akan terjadi. Dalam jurnalisme, what menunjukkan tema apa yang di angkat dalam berita.
b. Who (Siapa)
Who berarti kepada siapa suatu peristiwa terjadi/siapa yang melakukan/terlibat peristiwa. Who harus berkaitan dengan what sehingga mampu memberikan informasi yang cukup kepada khalayak sekaligus dapat mendekatkan berita dengan khalayak.
c. Where (Di mana)
Where itu menunjukkan di mana peristiwa yang di beritakan terjadi.
d. When (Kapan)
Unsur when memberi informasi tentang kapan peristiwa tersebut terjadi. Jika tidak ada unsur ini, khalayak akan kebingungan kapan peristiwa yang di beritakan itu terjadi.
e. Why (Mengapa)
Why memberikan keterangan tentang mengapa peristiwa tersebut terjadi.
f. How (Bagaimana)
How itu menjelaskan bagaimana peristiwa yang di beritakan terjadi,
C. Prinsip Penulisan Berita yang Jelas
Berikut ini ada beberapa prinsip penulisan berita yang jelas:
- Menggunakan kalimat pendek.
- Mengutamakan kesederhanaan & menghindari kompleksitas.
- Menggunakan kata-kata yang sudah di kenal serta sesuai dengan kaidah bahasa yang baik & benar.
- Menghindari kata-kata yang tidak perlu.
- Menggunakan kalimat aktif.
- Di tulis selayaknya orang bicara.
- Menggunakan istilah yang bisa di pahami khalayak.
- Di kaitkan dengan pengalaman khalayak.
- Menggunakan bahasa yang variatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar